Rabu, 11 Mei 2011

Kisah Dibalik Alunan Hymne Guru

"Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru"

Mungkin sebagian dari kita udah ga asing lagi dengan lagu yang satu ini, yang dinyanyikan setiap upacara bendera atau setiap Hardiknas.
Namun bagaimana kisah dibalik lagu sepanjang masa ini ?
Pas siang - siang ga sengaja gue nonton Seputar Indonesia siang dan mendengar tentang berita ini . kaya gimana sih ceritanya ? Let's cekidot ~


MADIUN- Potret kelam pendidikan kita bisa dilihat dari minimnya perhatian dan kesejahteraan yang diberikan pemerintah terhadap para guru.

Seperti dialami Sartono, pencipta lagu Hymne Guru. Dia tidak mendapat pensiun meski sudah puluhan tahun mengajar di sekolah negeri.

Hingga selesai mengajar, statusnya tetap guru tidak tetap (GTT). Bahkan saat mengajar pun dia hanya mendapat gaji Rp60 ribu per bulan. Tak hanya itu, dia juga tidak pernah mendapatkan royalti dari lagu ciptaannya.

Sejak berhenti mengajar di sebuah SMP swasta di Madiun, Jawa Timur, pada 2002 lalu, dia tidak pernah lagi mendapat penghasilan tetap setiap bulan.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, keluarga Sartono hanya bergantung pada penghasilan sang istri, Damiyati, yang masih mengajar di salah satu SD negeri setempat.

Padahal karya yang pernah disumbangkan Sartono tidaklah main-main. Lagu yang kerap dibawakan setiap peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah karyawanya yang dibuat pada 1980.

Ironisnya, dirinya tidak pernah mendapat royalty meski Kementerian Pendidikan Nasional mencantumkan lagu itu di beberapa buku sekolah.

Yang dia terima hanya beberapa penghargaan dari para menteri dan pejabat lainnya. Penghargaan itu kini hanya menjadi hiasan dinding di rumah sederhananya di Jalan Halmahera, Nomor 98, Madiun.

Pria kelahiran Madiun 15 Mei 1936 itu, tidak pernah mengeluh apalagi menyesali nasibnya. Menurut dia, apa yang dialaminya dan juga ribuan guru tidak tetap lainnya di seluruh Indonesia adalah risiko pekerjaan yang harus dihadapi dengan sabar.

Diusia senjanya kini beliau masih hidup dengan damai sejahtera. Setiap pagi kegiatannya adalah menyapu dan bersih - bersih rumah. Hal ini bisa dibuktikan dirumahnya yang asri dan nyaman .

Diusianya yang 74 tahun, tidak banyak yang dilakukannya. Hari - harinya kini diisi dengan membaca surat kabar dan bermain - main dengan kucing peliharaannya. Aktifitas itu dilakukan sambil menunggu sang istri pulang dari mengajar.

Sumber : Okezone.com , Portalmadiun.web.id

Jumat, 01 April 2011

Beberapa Hal Yang Mungkin Tidak Diketahui Anak Tentang Ayahnya

1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun, dan selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

4. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka. kkarena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

5. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

6. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskannya.

7. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

8. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

9. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.

10. Ayah benar-benar senang membantu seseorang, tapi ia sukar meminta bantuan.

11. Ayah di dapur. Membuat dan memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~

12. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

13. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.

14. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.

15. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

16. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

17. Ayah percaya orang harus tepat waktu. Karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

18. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.

19. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara.

20. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar uang sekolahmu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah memikirkannya, bagaimana ia mendapatkannya.

21. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu.

22. Ayah akan berkata, "Tanyakan saja pada ibumu," ketika ia ingin berkata, "Tidak".

23. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin.

24. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

25. Ayah mengatakan, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.

26. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya.

27. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri.

28. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

29. Ayah tidak suka meneteskan air mata. Ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis).

30. Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...

31. Tapi, ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

32. Ayah pernah berkata, "Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

33. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan, "Jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu".

34. Dan untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan, "Jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak. Laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

35. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu.

36. Ayah bisa membuatmu percaya diri, karena ia percaya padamu.

37. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik.

Sumber :unikboss.blogspot.com